Tentang Organisasi
Jumlah penyintas yang dilayani dalam satu tahun
Kurang dari 20
Kelompok yang paling umum dilayani
Orang, komunitas, atau bangsa pribumi suku asli Pengungsi, kaum migran, orang yang terlantar Komunitas pedesaan Perempuan Anak muda, anak-anak atau remaja
Jenis Organisasi
Akar rumput/Organisasi berbasis komunitas Organisasi yang dipimpin oleh sukarelawan
Model Program
Keadilan ekonomi berbasis hak Perubahan sistematik melalui kemitraan strategis
Keberhasilan dan Dampak
“[Para perempuan] telah berhasil mendapatkan tunjangan [pekerjaan] mereka. Mereka telah bernegosiasi, dan meskipun dalam beberapa kasus mereka belum mendapatkan kembali 100% [dari apa yang seharusnya mereka dapatkan], namun mereka telah berhasil bernegosiasi untuk mendapatkan 75%, 80%, atau 90% [dari jumlahnya].”[1]
Mujeres con Valor Construyendo un Futuro Mejor (MUVACOFUM) telah memantapkan diri sebagai titik acuan utama yang mendukung para penyintas kekerasan berbasis gender dalam mencapai keamanan ekonomi dan hak-hak ekonomi. Dengan menggunakan model yang dipimpin oleh sesama penyintas, mereka telah berhasil mendukung para perempuan penyintas yang bekerja di bidang agribisnis, pabrik tekstil, ranah domestik, dan ranah ekonomi informal dalam mengamankan upah yang ditahan secara tidak sah, pembayaran tunjangan nafkah, dan pengakuan hukum atas anak-anak mereka oleh orang tua yang tidak hadir.
Meraih kemenangan hukum yang penting bagi para penyintas melalui pendampingan yang suportif
Untuk meraih kemenangan hukum yang penting dan secara langsung berdampak pada keamanan ekonomi para penyintas, MUVACOFUM memberikan perhatian khusus pada upaya membekali para penyintas dengan pengetahuan dan dukungan untuk mengajukan pengaduan dan menuntut hak-hak mereka. MUVACOFUM mendampingi klien ke pengadilan selama diperlukan untuk menyelesaikan kasus dan mendapatkan ahli hukum tambahan dari mitra terpercaya. Berkat bantuan langkah demi langkah yang diberikan klien penyintas yang berpusat pada kemandirian ekonomi dan keamanan, MUVACOFUM telah mendapatkan pengakuan dan kepercayaan di tingkat daerah. Hal ini kemudian mendatangkan banyak rujukan berbasis komunitas.
Strategi pendampingan hukum organisasi ini meliputi pemberian dukungan psikososial kepada klien penyintas karena beberapa di antaranya mungkin merasa terintimidasi selama proses hukum berlangsung. MUVACOFUM menekankan bahwa model pendampingan antarsesama, di mana para penyintas yang telah melalui proses klaim hukum mereka sendiri kemudian membimbing dan mendampingi klien baru, telah berhasil membantu klien yang merasa tertekan dan kewalahan oleh proses hukum. Sebagai hasilnya, para penyintas mendapatkan akses ke aset ekonomi yang penting dalam lingkungan yang saling mendukung. Misalnya, mereka baru-baru ini memenangkan delapan kasus pengakuan ayah biologis. Klien lain yang telah memenangkan kasus perburuhan mereka berhasil mendapatkan antara 75-90% dari tunjangan yang seharusnya mereka terima. Salah satu klien bahkan mampu membeli tanah dengan menggunakan uang hasil ganti rugi kasusnya.
Membangun kekuatan bersama untuk menantang status quo terkait hak dan akses ekonomi
Reputasi MUVACOFUM telah memungkinkan mereka untuk membangun jaringan dukungan yang kuat antarorganisasi tingkat lokal, regional dan nasional, menciptakan akses yang lebih luas ke sumber daya dan keahlian hukum bagi para penyintas. Pendekatan kolaboratif ini juga telah membangun pengaruh politik. Melalui upaya advokasi, mereka mencapai pengakuan di tingkat kota dan berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan kota tahun 2022-2028 dalam pembangunan peran perempuan yang lebih luas. “Di sanalah kami muncul dengan kebijakan tadi sebagai organisasi yang membela hak-hak buruh dan ekonomi perempuan,” catat organisasi tersebut sembari menyoroti bagaimana kerja akar rumput mereka telah menghasilkan perubahan yang sistemik.
Solusi Inovatif untuk Keamanan Ekonomi bagi Penyintas Kekerasan oleh Pasangan Intim
“Kami mendengarkan para pekerja perempuan. Kami mempelajari dan menganalisis suatu kasus dan merujuknya ke lembaga yang tepat karena ada berbagai organisasi yang juga membantu kami di bidang hukum. Untuk tindak lanjut awal, kami sebagai [organisasi] memberikan dukungan dan nasihat hingga kasus tersebut selesai.”
Tentang Program
MUVACOFUM dimulai pada tahun 2005 ketika beberapa pekerja tekstil perempuan bergabung untuk mendukung diri mereka sendiri dan 90 rekan mereka yang menghadapi kondisi kerja yang tidak aman di bawah upah minimum. Sejak itu, mereka telah berkembang menjadi organisasi akar rumput yang tanggap dan diakui secara regional, yang mampu menghubungkan para penyintas dengan sumber daya yang mereka butuhkan untuk mengakses hak ekonomi dan hak buruh mereka, sehingga menyediakan jalan untuk membangun keamanan ekonomi jangka panjang.
Pendekatan organisasi ini berpusat pada pendampingan menyeluruh bagi perempuan, anak perempuan, dan remaja yang merupakan penyintas kekerasan rumah tangga, ekonomi dan perburuhan. Dengan menggunakan model pendampingan antarsesama dan kemitraan strategis untuk mengakses sumber daya yang dibutuhkan, MUVACOFUM mampu memberikan konseling hukum, dukungan emosional, dan pelatihan tentang hak asasi manusia dan hak buruh. Sebagai organisasi yang dipimpin oleh para penyintas, MUVACOFUM menyadari bahwa kekerasan oleh pasangan intim, eksploitasi buruh berbasis gender, dan ketidakamanan ekonomi seringkali tumpang tindih dan saling memperburuk. Ini semakin membatasi pilihan para penyintas untuk mencari keselamatan dan membangun keamanan ekonomi.
Pengembangan Program dan Strategi Utama
Program MUVACOFUM telah berkembang melalui kemampuan beradaptasi dan pembelajaran berkelanjutan berdasarkan pengalaman langsung para penyintas. Selama bertahun-tahun organisasi ini telah menyempurnakan pendekatannya untuk memastikan bahwa layanan mereka mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Strategi-strategi utama berikut ini telah menjadi hal mendasar bagi keberhasilan program:
- Pendampingan yang komprehensif dan fleksibel untuk mengamankan hak dan aset ekonomi
- Kemitraan strategis untuk mendukung para penyintas dan memperkuat pengaruh politik
- Membangun keahlian melalui pengalaman langsung
Pendampingan yang komprehensif dan fleksibel untuk mengamankan hak dan aset ekonomi
Memperjuangkan kasus-kasus perburuhan dan mengamankan tunjangan bagi para penyintas
MUVACOFUM mendukung perempuan dalam melaporkan pelanggaran ketenagakerjaan, seperti pemutusan hubungan kerja yang tidak beralasan atau kegagalan pembayaran tunjangan kerja, untuk mencapai hasil yang dikehendaki dengan memperjuangkan kompensasi finansial. Melalui pendekatan yang berpusat pada penyintas, organisasi ini memberikan nasihat hukum, dukungan emosional, dan pelatihan tentang hak asasi manusia dan hak-hak buruh untuk memastikan penyintas tidak terlantar dalam sistem hukum. Mereka mencatat bahwa beberapa klien mereka adalah migran setempat tanpa keluarga besar di dekatnya yang bisa membantu pengasuhan anak. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperjuangkan kasus mereka agar mendapatkan upah atau tunjangan anak yang layak yang dapat meringankan kondisi ekonomi.
Mengutip kata seorang anggota tim: “Kami mengundang mereka [klien kami] untuk berpartisipasi dalam organisasi dan kami melihat apa yang menjadi kebutuhan mereka dan kami membersamai [mereka]. Kami pergi untuk menyampaikan kasus [mereka] ke pengadilan keluarga…. Kami telah membentuk aliansi dengan organisasi lain untuk mendapatkan bantuan hukum.”
Menyesuaikan program agar sesuai dengan realitas para pekerja yang menangani penyintas
Untuk memahami kendala ekonomi dan keluarga yang dihadapi para pesertanya, MUVACOFUM menjadwalkan sebagian besar kegiatan dan pertemuan pada akhir pekan agar perempuan pekerja—baik klien maupun sukarelawan—dapat hadir tanpa harus absen kerja dan kehilangan pendapatan. “Para perempuan yang menjadi anggota ini juga merupakan tulang punggung MUVACOFUM adalah perempuan yang bekerja di pabrik, juga pekerja domestik atau pekerja di sektor ekonomi informal.”
Kemitraan strategis untuk mendukung para penyintas dan memperkuat pengaruh politik
Di saat MUVACOFUM belum memiliki semua sumber daya dan pakar hukum, organisasi ini telah mengembangkan jejaring yang kuat dengan organisasi setempat, daerah, dan nasional yang membantu mereka melaporkan dan mencapai keadilan ekonomi untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan kekerasan ekonomi, perburuhan, dan kekerasan oleh pasangan intim. Kemitraan ini memungkinkan penyintas untuk berbagi pengetahuan dan memungkinkan dukungan yang lebih efektif dan komprehensif bagi mereka. Salah satu peserta menjelaskan: “Mereka datang kepada kami, mereka dirujuk kepada kami oleh organisasi perempuan. . . . Kami tahu bahwa kerja yang kami lakukan ini penting karena kami telah menciptakan jejaring dukungan secara kelembagaan.”
Jaringan akar rumput mereka yang kuat dan reputasi yang baik juga telah membantu mereka membangun basis konstituen dengan pengaruh politik sejak awal berdirinya pada tahun 2005. Melalui pengorganisasian dan advokasi bersama, serta kemenangan hukum individu, maka MUVACOFUM mendorong pemerintah untuk menegakkan hukum dan peraturan yang berlaku sekaligus berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan masyarakat di tingkat kota besar yang mempromosikan kesejahteraan dan keamanan ekonomi bagi perempuan.
Membangun keahlian melalui pengalaman langsung
Para pendiri MUVACOFUM telah mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang proses hukum melalui pengalaman bertahun-tahun mendampingi kasus dan belajar dari organisasi-organisasi sejawat—meskipun hanya memiliki pendidikan formal yang terbatas. Seperti yang dijelaskan oleh salah satu anggota tim: “Dua anggota tim yang menindaklanjuti pengaduan hukum tentang kekerasan terhadap perempuan, anak perempuan, dan remaja… mereka telah mengembangkan keahlian berdasarkan pengalaman mereka sendiri dalam melaporkan kekerasan di tempat kerja dan proses pelatihan yang dilakukan di MUVACOFUM dan organisasi-organisasi sejawat lainnya yang memiliki personel khusus dalam proses hukum.”
Model pembelajaran berbasis pengalaman ini telah terbukti sangat efektif. Mereka telah memenangkan delapan kasus pengakuan ayah biologis dan banyak sengketa perburuhan tanpa adanya staf hukum sendiri. Ini menunjukkan bagaimana pengalaman hidup sebagai pekerja penyintas yang dikombinasikan dengan kemitraan strategis dapat membangun keahlian yang tangguh.
Kepemimpinan Penyintas
“Fokus kami adalah mendengarkan orang tersebut, mendengarkan rekan-rekan kami, karena kami semua adalah penyintas kekerasan. Kami mendengarkan mereka, kami memahami mereka, dan kami membuat mereka menyadari hak-hak mereka.”
Kepemimpinan penyintas merupakan pilar mendasar MUVACOFUM, di mana 100% pihak manajemen mengidentifikasi diri sebagai penyintas dan anggota organisasi serta klien yang juga diintegrasikan sebagai pengambil keputusan program. Pendekatan kepemimpinan bersama ini tidak hanya memperkuat kerja mereka tetapi juga mendorong kemandirian penyintas.
Para penyintas sebagai penasihat dan sukarelawan menjadi fondasi kerja organisasi
Para penyintas memainkan peran utama dalam mengelola dan mengarahkan kegiatan. Organisasi tersebut mencatat bahwa banyak peserta menjadi penasihat dan sukarelawan di dalam organisasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dengan orang lain. Pendekatan ini tidak hanya menciptakan lingkungan saling mendukung tetapi juga memperkuat pentingnya kepemimpinan dalam komunitas. Dengan menjadi bagian yang utuh dari keputusan yang memengaruhi organisasi, kebutuhan para penyintas selalu menjadi fokus dari MUVACOFUM.
Kesejahteraan dan solidaritas para penyintas mendukung keberlanjutan organisasi
MUVACOFUM juga menyaksikan perjuangan para anggotanya, seperti para peserta atau sukarelawan yang sering absen karena kekerasan oleh pasangan intim atau karena kesulitan ekonomi. Sebagai organisasi yang dipimpin oleh para penyintas, mereka sangat memahami tanggung jawab dan trauma yang dihadapi para penyintas lain. Oleh karena itu, organisasi ini berupaya sebaik mungkin untuk menyediakan ruang untuk istirahat dan bermain. Ini termasuk pelatihan tentang perawatan diri, kegiatan untuk merasakan kegembiraan dan kebahagiaan, dan bentuk rekreasi atau terapi lainnya yang bisa memberikan perubahan suasana dan pelepasan emosi.
Melalui partisipasi dalam organisasi ini, para penyintas mengembangkan rasa memiliki dan solidaritas yang membantu mereka untuk saling mendukung, memperdalam kepercayaan diri, dan terus memperjuangkan hak-hak mereka.
Memahami Konteks Kerugian Ekonomi
Guatemala saat ini merupakan tempat bagi lebih dari dua puluh empat kelompok masyarakat suku pribumi asli yang membentuk 44% dari jumlah penduduk negara tersebut. Namun terdapat kesenjangan yang besar akan kesempatan ekonomi, keadilan, dan partisipasi politik antara masyarakat suku adat asli dan non-suku adat asli Guatemala.[2] Dampak diskriminasi berbasis gender ini diperkuat oleh trauma yang masih dirasakan akibat genosida terhadap suku Maya yang dilakukan dan disetujui oleh negara pada tahun 1982.[3] Dalam konteks ini, MUVACOFUM telah mengidentifikasi beberapa faktor utama yang membentuk bagaimana para penyintas mengalami kerugian ekonomi:
- Diskriminasi berbasis gender dan sistem hukum yang tidak efektif telah memberikan penolakan atas keadilan ekonomi bagi para penyintas
- Ketidakamanan ekonomi meningkat pada perempuan suku pribumi asli dan pedesaan
- Pengungsian setempat dan kurangnya dukungan politik memicu ketidakstabilan ekonomi bagi para penyintas
Diskriminasi berbasis gender dan sistem hukum yang tidak efektif telah memberikan penolakan atas keadilan ekonomi bagi para penyintas
Perlindungan hukum yang ada untuk keadilan ekonomi bagi para penyintas jarang diterapkan
Meskipun terdapat undang-undang yang dirancang untuk melindungi perempuan, seperti Undang-Undang Anti-Pembunuhan Perempuan dan Bentuk Kekerasan Lainnya terhadap Perempuan tahun 2008, pelaksanaan perlindungan yang tercantum dalam undang-undang tersebut masih lemah, terutama bagi masyarakat pedesaan dan masyarakat pribumi asli.[4] MUVACOFUM berkomentar: “Undang-undang di sini… tidak melindungi perempuan, meskipun telah tertulis. Para hakim sendiri… ‘menyarankan’ agar perempuan menyerah saja.”
Kurangnya pelaksanaan hukum ini sering kali memperburuk ketidakamanan ekonomi para penyintas, karena tanpa penegakan kewajiban ekonomi oleh pemerintah seperti tunjangan nafkah atau tunjangan pasangan, para penyintas dapat kehilangan uang ganti rugi meskipun mereka menang di pengadilan. Inilah mengapa pendampingan hukum MUVACOFUM sangat penting untuk mendampingi para penyintas hingga akhir kasus mereka, termasuk untuk memastikan mereka menerima uang ganti rugi yang menjadi hak mereka.
Norma-norma patriarki membatasi peluang ekonomi perempuan dan upaya hukum mereka untuk mengatasi kerugian ekonomi
Norma-norma patriarki memengaruhi keamanan ekonomi dan kesempatan bagi perempuan di Guatemala melalui faktor-faktor seperti kurangnya penegakan upah minimum, terbatasnya kesempatan kerja, dan putusan pengadilan yang tidak dapat dipastikan—yang sering kali memihak pelaku laki-laki. MUVACOFUM menggambarkan kejadian umum di ruang sidang: “Sering kali hakim di sidang keluarga… mengatakan kepada [para perempuan yang mengajukan klaim tunjangan anak], ‘Apa yang Anda inginkan? Dia berpenghasilan sangat sedikit. Selain itu, dia punya perempuan lain.’… Lantas, hakim juga mengatakan, ‘Anda kerja. Anda bisa sedikit berusaha.’ Hakim yang berkata seperti itu menunjukkan bentuk diskriminasi dan misogini yang terang-terangan sambil menyalahkan para perempuan.… Selain itu, mereka para hakim itu terlihat memihak [para pelaku].”
Ketidakamanan ekonomi meningkat pada perempuan suku pribumi asli dan pedesaan
Sebagian besar tenaga kerja perempuan, khususnya di daerah pedesaan, bekerja di sektor informal dengan gaji rendah. Sektor ini sering kali tidak memiliki peraturan dan perlindungan ketenagakerjaan. Perempuan suku pribumi asli di Guatemala mengalami peminggiran ganda dan menghadapi diskriminasi ras dan gender di tempat kerja. Mereka juga menghadapi pengucilan sistemik dari pelayanan hak dasar seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan kesempatan kerja formal. Hal seperti ini memaksa mereka beralih ke sektor informal di mana mereka memiliki jaminan pekerjaan atau perlindungan hak-hak buruh yang terbatas. Kombinasi faktor-faktor ini memperdalam ketidakamanan ekonomi dan meningkatkan paparan terhadap kekerasan ekonomi, baik dalam hubungan mereka maupun di tempat kerja.[5]
Pengungsian setempat dan kurangnya dukungan politik memicu ketidakstabilan ekonomi bagi para penyintas
Kerugian ekonomi semakin diperparah oleh masalah pengungsian yang terus berlanjut di Guatemala akibat kekerasan dan bencana alam. Situasi ini sering kali memaksa para penyintas dan anak-anak mereka untuk hidup dalam kondisi yang tidak aman. Di saat keluarga terpaksa berpindah di dalam negeri atau melintasi perbatasan, para penyintas kekerasan berbasis gender menghadapi tantangan tambahan dalam mengamankan pekerjaan yang stabil atau mencapai kemandirian finansial, serta berusaha mencegah kerugian lebih lanjut.[6] MUVACOFUM mencatat bahwa pemerintah kota di Guatemala tidak ramah terhadap para migran yang mencoba membangun warung makanan kecil atau berjualan di jalanan. Pemda mengharuskan mereka membayar biaya pajak dan izin yang tinggi dan semakin mempersulit upaya mereka untuk membangun keamanan ekonomi.
Faktor-faktor ini menyoroti tingkat kerumitan kerugian ekonomi dalam konteks kekerasan oleh pasangan intim dan hambatan sistemik yang dihadapi para penyintas. Kerja MUVACOFUM di Guatemala menggarisbawahi pentingnya untuk tidak hanya mengatasi kebutuhan ekonomi mendesak, tetapi juga berupaya menuju perubahan sistemik yang lebih luas.
Catatan
- Kutipan langsung sedikit diedit untuk menyesuaikan gaya dan alur.
- Kelompok Kerja Internasional untuk Urusan Masyarakat Adat (IWGIA), “Masyarakat adat di Guatemala,” IWGIA, diakses 3 Oktober 2025, https://iwgia.org/en/guatemala.html.
- IWGIA, “Masyarakat adat di Guatemala.”
- Bank Dunia, “Profil Negara Kekerasan Berbasis Gender: Guatemala,” Praktik Global Keberlanjutan Sosial dan Inklusi: Kawasan Amerika Latin dan Karibia, diakses 3 Oktober 2025, https://documents1.worldbank.org/curated/en/099053023161523435/pdf/P1769790c58ba10f0a5830bf75b650f968.pdf.
- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Laporan Negara tentang Praktik Hak Asasi Manusia 2022: Guatemala, Departemen Luar Negeri AS, 20 Maret 2023, https://www.state.gov/reports/2022-country-reports-on-human-rights-practices/guatemala/.
- Pusat Pemantauan Pengungsi Internal (IDMC), “Laporan Global Pengungsi Internal (GRID) 2023,” IDMC, 2023, https://www.internal-displacement.org/publications/2023-global-report-on-internal-displacement-grid/.